Showing posts with label Tips and Trik. Show all posts
Showing posts with label Tips and Trik. Show all posts

Tuesday, December 15, 2015

Kiat Mendapatkan Pekerjaan

Melamar pekerjaan bisa disebut sebagai suatu hal yang gampang-gampang susah. Ada pelamar yang hanya mengirimkan satu surat lamaran, kemudian dipanggil wawancara dan langsung diterima bekerja. Sebaliknya ada pelamar yang sudah mengirimkan puluhan surat lamaran dan sudah dipanggil untuk wawancara berkali-kali namun tidak kunjung diterima bekerja. Dalam banyak kasus, kemampuan akademik yang tinggi juga seringkali bukan jaminan untuk bisa diterima bekerja. Orang-orang yang termasuk dalam kelompok terakhir yang sudah mengirimkan puluhan surat lamaran tetapi tidak kunjung diterima bekerja seringkali menjadi frustrasi dan akhirnya putus asa sehingga kehilangan semangat untuk mencari pekerjaan. Akibatnya mereka cenderung menjadi penganggur dan memiliki konsep diri yang negatif.

Demi menjaga agar jangan sampai sang pelamar menjadi frustrasi maka ada beberapa hal yang harus dipahami dan dipelajari secara seksama oleh para pencari kerja. Sama halnya dengan melakukan kegiatan-kegiatan lain dalam hidup ini, maka mencari pekerjaan pun memerlukan suatu pemahaman, ketrampilan dan keahlian tersendiri. Hanya orang-orang yang menyadari hal inilah yang akan mampu memenangkan kompetisi (di Indonesia bisa disebut Hyper-kompetisi) dalam mendapatkan pekerjaan. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian para pencari kerja, seperti dikutip dari monster.com diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pemahaman terhadap Proses Pencarian Pekerja

Pemahaman yang benar terhadap proses pencarian pekerjaan akan sangat berguna bagi pencari kerja agar terhindar dari rasa frustrasi. Beberapa hal yang harus diketahui dan dipahami pencari kerja misalnya:
  • Pencarian pekerjaan adalah identik dengan mempromosikan diri sendiri dan talenta yang dimiliki
  • Mengetahui dengan pasti bagaimana talenta yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi perusahaan yang dilamar
  • Mencari pekerjaan merupakan suatu pekerjaan juga: jadi perlu bersabar karena pasti membutuhkan waktu
  • Buat rencana dan ikuti rencana tersebut; meski tidak harus diikuti secara kaku
  • Mencari pekerjaan harus pantang menyerah
2. Kenali Diri Anda Sendiri

Identifikasi kemampuan, minat, bakat, nilai-nilai hidup, kebutuhan dan kebiasaan anda. Jika anda memahami hal tersebut maka akan lebih mudah bagi anda dalam menentukan jenis pekerjaan apa dan perusahaan seperti apa yang akan anda pilih.

3. Tentukan Tujuan Karir Anda

Putuskan jenis karir yang menjadi tujuan anda, perusahaan apa yang cocok bagi anda, dan bila perlu tentukan juga lokasi atau area dimana anda akan bekerja.

4. Buatlah Career Portfolio

Buatlah career portfolio anda dengan menyiapkan dokumen-dokumen pelengkap seperti:
  • Surat Lamaran
  • Resume
  • Surat Rekomendasi, piagam penghargaan, dll
  • Transkrip Nilai, Ijazah, Sertifikat, dll
  • Kartu Nama (jika ada)
5. Perluas Jaringan

Mencari pekerjaan seringkali memerlukan kerjasama team. Dalam hal ini anda harus memiliki jaringan atau networking untuk mencari berbagai informasi yang diperlukan tentang lowongan pekerjaan yang sesuai untuk anda. Anda bisa bekerjasama dengan teman, anggota keluarga atau pun kenalan anda untuk mendapat berbagai informasi yang dibutuhkan. Semakin luas networking maka akan semakin cepat kemungkinan anda untuk mendapatkan pekerjaan atau setidaknya akan banyak peluang lowongan kerja yang tersedia.

6. Kenali Tempat / Perusahaan yang Dilamar

Kenyataan pahit yang harus dialami oleh pekerja karena di PHK atau para pencari kerja yang "ditipu" oleh si pemberi pekerjaan, hendaknya menjadi pelajaran bagi anda sebelum mengirimkan surat lamaran pekerjaan. Artinya jangan sampai anda melamar di perusahaan yang kurang terjamin masa depannya. Salah satu cara yang paling mudah dilakukan untuk mengenali perusahaan / pemberi pekerjaan adalah dengan mencari informasi secara rinci tentang perusahaan yang menyediakan lowongan pekerjaan tersebut, mencakup kemampuan finansial, jenis usaha, jenis pekerjaan yang ditawarkan (pegawai tetap atau kontrak), siapa pemiliknya, dll. Jika akhirnya anda menemukan kecocokan dengan tujuan karir anda maka barulah anda boleh mengirimkan surat lamaran. Dalam hal bahwa anda melamar melalui iklan lowongan kerja yang ada di media massa maka pilihlah iklan lowongan kerja yang diterbitkan di media massa yang sudah terpercaya. Dan untuk ini pun anda tetap harus mengecek lagi profile perusahaan pemberi pekerjaan.

7. Melamar

Melamar pekerjaan membutuhkan suatu seni tersendiri oleh karena itu pencari kerja harus benar-benar mempersiapkan semua hal yang berhubungan dengan lamaran tersebut secara seksama. Lakukan hal yang sama setiap kali anda melamar pekerjaan.

8. Wawancara Kerja

Wawancara kerja merupakan suatu proses yang menghantar anda ke "gerbang perusahaan". Artinya jika anda sudah memasuki tahap wawancara kerja maka anda memiliki kesempatan untuk lebih mengenal perusahaan dan sebaliknya perusahaan dapat mengenal potensi anda secara lebih rinci. Oleh karena itu, pencari kerja harus benar-benar mempersiapkan diri dalam menghadapi wawancara kerja. 

9. Menerima atau Menolak Tawaran Pekerjaan

Seperti yang telah dikemukakan bahwa mencari pekerjaan adalah gampang-gampang susah, maka konsekuensi logis yang akan dihadapi setiap pencari kerja adalah diterima atau ditolak. Dalam kenyataannya, meski disadari bahwa mendapatkan pekerjaan adalah suatu hal yang sulit, namun terkadang ada tawaran pekerjaan yang terpaksa ditolak sendiri oleh si pelamar karena berbagai alasan. Dalam hal ini, jika anda termasuk pelamar yang terpaksa menolak tawaran pekerjaan, maka lakukan hal tersebut dengan cara-cara elegance sehingga tidak menyinggung perasaan orang-orang di perusahaan yang anda lamar. Sebaliknya jika anda menerima tawaran kerja maka sampaikan rasa terima kasih penghargaan atas kesempatan untuk berkarir di perusahaan tersebut dan tindaklanjuti dengan membuat kesepakatan kerja serta langkah-langkah yang harus anda persiapkan sebelum mulai bekerja.

10. Evaluasi Proses

Jika anda tetap belum berhasil mendapatkan pekerjaan meski sudah menjalani beberapa langkah di atas, maka anda perlu mengevaluasi seluruh proses pencarian pekerjaan. Tanyakan pada diri anda sendiri:
  • Apakah saya sudah melakukan semua hal yang wajib dan perlu dilakukan?
  • Seberapa jauh persiapan saya dalam menempuh setiap langkah di atas?
  • Hal-hal apa saja yang perlu saya perbaiki dan apakah ada hal lain yang kurang?
Jika memang ternyata masih tetap gagal mendapat pekerjaan meski sudah merasa melakukan langkah-langkah yang optimal, maka ada baiknya anda mencari bantuan kepada orang-orang yang profesional, misalnya konselor atau psikolog. Dengan bantuan mereka anda mungkin bisa mengidentifikasi apa yang menjadi penyebab kegagalan anda mendapatkan pekerjaan.

Dengan pemahaman terhadap keseluruhan proses pencarian pekerjaan diharapkan individu memiliki ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan sebelum berhasil memperoleh pekerjaan. Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi anda semua yang saat ini sedang mencari pekerjaan. Selamat mencoba.


Disadur dari Johannes P

Semoga bermanfaat

Kunjungi  hrd-practice.blogspot.co.id  untuk memperoleh informasi ketenagakerjaan dan SDM lainnya.


Saturday, December 12, 2015

7 Kiat Sukses

Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan. Itulah kira-kira kesimpulan dari penelitian selama 40 tahun terhadap orang-orang sukses. Yang dicoba ditemukan dari mereka adalah bagaimana dan mengapa mereka tergerak untuk menjadi teratas di bidang masing-masing, dari olah raga, pendidikan, hingga pasar modal.

Apa sebenarnya yang mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses? Berikut ada tujuh hal yang dilakukan mereka dalam meraih sukses:
  1. Orang sukses mau mengambil risiko. Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.
  2. Orang sukses percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia. Mereka memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.
  3. Orang sukses menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Mereka mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, lapangan tenis atau lapangan golf.
  4. Orang sukses adalah pelajar seumur hidup. Mereka menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.
  5. Orang sukses berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan, dan ini meluas pada hal-hal lain. Mereka percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.
  6. Orang sukses punya banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.
  7. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah, dan mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
Rasanya, Anda bisa juga mencoba. Siapa tahu Anda pun mampu mengikuti jejak mereka.
(Intisari)

Semoga bermanfaat

Kunjungi  hrd-practice.blogspot.co.id  untuk memperoleh informasi Ketenagakerjaan dan SDM lainnya.




Proses Pengurusan Visa KITAS

KITAS-Keterangan Ijin Tinggal Sementara untuk Tenaga Kerja Asing

Untuk Tenaga Kerja Asing di Indonesia,  mereka akan membutuhkan IMTA (Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing) atau yang biasa disebut Working Permit.

Dokumen ini biasanya merupakan kewajiban dari Perusahaan yang mempekerjakan TKA.

Persyaratan untuk mendapatkan IMTA dan KITAS adalah :

A. Persyaratan dari Perusahaan Sponsor
  • Copy Akte Notaris yang telah disahkan oleh Pejabat terkait
  • Copy SIUP
  • Copy TDP
  • Copy Surat keterangan Domisili Perusahaan
  • Copy NPWP Perusahaan
  • Copy KTP Direktur
  • Bagan Organisasi (didalamnya ada posisi untuk calon TKA)
  • Copy Kontrak Kerja
  • Surat penunjukkan Staf Pendamping untuk TKA
  • Copy Surat Wajib Lapor Depnaker untuk mempekerjakan TKA (UU Wajib lapor No.17 tahun 1981)
  • Surat Sponsor dari perusahaan
  • Surat Kuasa pengurusan
B. Persyaratan yang harus disiapkan oleh WNA / Calon TKA
  • Copy Paspor (Halaman penuh – Cover Depan sampai Cover Belakang)
  • Riwayat Hidup (Curriculum Vitae) –> Bahasa Inggris atau Indonesia
  • Copy Ijazah
  • Pasphoto ukuran 4×6; 3×4 dan 2×3 masing-masing 6 lembar (latar belakang Merah)
Proses kerja :

Setelah semua dokumen kami terima, kami akan langsung mulai memprosesnya. Diawali dengan pengurusan Rencana Penempatan TKA, mengurus rekomendasi TA.01 dan mengurus ijin masuk WNA ke Indonesia (Telex Vitas). Proses bagian pertama ini memakan waktu 15 hari kerja.

Setelah telex VITAS keluar, pihak Imigrasi akan mengirimkan kepada KBRI di negara yang ditunjuk agar WNA bisa mengurus Visa masuk ke Indonesia dengan segera. kami sangat merekomendasikan agar VISA segera diurus setelah telex VITAS keluar agar surat di KBRI tidak menumpuk.

Lama proses tergantung masing-masing KBRI dan pengurusan oleh WNA.

Setelah VISA didapatkan, agar segera masuk ke Indonesia. Dalam 7 hari setelah Visa keluar, WNA harus segera melaporkan kedatangannya pada kami agar kami bisa langsung mengurus dokumen lainnya.

Dokumen selanjutnya yang kami urus adalah IMTA, KITAS dan Blue Book (POA). Ini akan memakan waktu pengurusan selama 14 hari kerja.

Selanjutnya kami akan mengurus dokumen lain secara parallel. Dokumen tersebut adalah Surat dari Mabes Polri, Surat lapor dari Polres tempat domisili WNA, SKPPS dan atau SKTT dari Dinas cacatan Sipil setempat. Lama proses ini maksimal 10 hari kerja.

Paket dokumen tersebut biasanya 1 paket dengan :
  • RPTKA
  • TA-01
  • Vitas/ Telex Visa (Index 312)
  • KITAS
  • Buku Biru (POA)
  • Buku Kuning (SKLD)
  • STM
  • IMTA
  • SKTT dan atau SKPPS
Semua dokumen diatas akan berlaku selama 1 tahun.

Semoga bermanfaat

Kunjungi  hrd-practice.blogspot.co.id  untuk memperoleh informasi Ketenagakerjaan dan SDM lainnya.


Izin Kerja TKA

A. Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing – RPTKA
Persyaratan:
  1. Surat Permohonan;
  2. Formulir RPTKA dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
  3. Copy  dokumen organisasi dari Perusahaan Sponsor:
  • Akta Pendirian dan Anggaran Dasar berserta Pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM;
  • Perubahan Anggaran Dasar beserta Penerimaan Pelaporan dan/atau Pengesahannya dari Menteri Hukum dan HAM;
  • Surat Keterangan Domisili Perusahaan;
  1. Copy Wajib Lapor Tenaga Kerja;
  2. Curriculum Vitae dari Tenaga Kerja Asing yang berniat untuk bekerja di Indonesia.
  3. Copy Serfikat Kelulusan Program Sarjana;
  4. Copy  Paspor dengan minimum masa berlaku paspor 18 bulan (copy seluruh halaman paspor);
  5. Struktur bagan organisasi Perusahaan ( dengan Kop Surat  dari Perusahaan Sponsor);
  6. Copy Perjanjian antara Tenaga Kerja Asing dengan Perusahaan Sponsor;
  7. Copy dari Identitas diri dari pihak yang mewakili Perusahaan Sponsor (Direktur Utama);
  8. Surat Pernyataan dari Direktur Utama dari Perusahaan Sponsor terkait penunjukan Pihak yang menjadi pendamping dari Tenaga Kerja Asing;
  9. Copy Identitas diri dari Pekerja Pendamping dari Tenaga Kerja Asing
B. TA – 01
Persyaratan:
  1. Surat Permohonan;
  2. Formulir TA – 01 dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
  3. Copy  Persetujuan dari RPTKA;
  4. Pas Photo dengan baju formal (background merah) (2×3 = 10 buah; dan 3×4 = 10 buah);
  5. Surat Kuasa dari Perusahaan untuk pengurusan;
  6. Dokumen lain yang sudah disebutkan pada poin RPTKA.
C. TELEX VISA
Persyaratan:
  1. Surat Permohonan;
  2. Formulir Visa dari Direktorat Jenderal Imigrasi;
  3. Copy dari TA. 01;
  4. Dokumen lain sama dengan persyaratan dari RPTKA dan TA.01.
D. Persetujuan VISA

Telex Visa dikirimkan ke Perwakilan Indonesia di Negara yang dipilih Tenaga Kerja Asing, contoh singapura, atau malaysia), dan Tenaga Kerja Asing diminta untuk datang ke kantor Perwakilan tersebut.

E. Izin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA)
Persyaratan:
  1. Surat Permohonan;
  2. Copy Telex Visa;
  3. Copy dari Polis Asuransi;
  4. Pas Foto Tenaga Kerja Asing (ukuran 4x 6 – 6 buah) ;
  5. Copy dari bukti pembayaran Dana Pengembangan Keahlian dan Ketrampilan (DPKK) US$ 1200.
F.  KITAS, BUKU BIRU, dan MERP (Multiple RE-Entry Permit)
Persyaratan:
  1. Paspor Asli;
  2. Kartu Embarkasi;
  3. Pas foto dengan background merah (ukuran 2×3, 3 x 4 dan 4x 6 – 8 buah); 
  4. Dokumen lain yang disebutkan di atas.
Izin Lanjutan setelah Izin di atas:

  • Surat Tanda Melapor;
  • Surat Keterangan Lapor Diri;
  • Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk Sementara;
  • Kartu Izin Pendatang;
  • Bukti Lapor Kedatangan.
Semoga bermanfaat

Kunjungi  hrd-practice.blogspot.co.id  untuk memperoleh informasi Ketenagakerjaan dan SDM lainnya.


Friday, December 11, 2015

Aman dan Lancar di Tempat Kerja Baru

"Ibarat peperangan, pindah kerja ke tempat baru itu sama seperti medan baru. Pengalaman dan prestasi kita di masa lalu tidak lagi menjadi segala-galanya di sini. Bahkan jika tidak dibarengi inspirasi, kreativitas, dan manajemen emosi yang baik, bukan tidak mungkin pengalaman dan prestasi masa lalu itu malah menjebak"


Antara Sumber Problem dan Sumber Solusi

Pak Hilman (45 tahun), sebut saja begitu namanya, harus menelan pengalaman mengejutkan di tempat baru. Kenapa? Begitu ia menjalankan strategi perubahan yang radikal dan revolusioner, sesuai pesanan pucuk pimpinan, ternyata malah menyeretnya berurusan untuk menghadapi konflik, friksi, dan resistensi yang tak berujung.


Akhirnya, karena tak tahan menghadapi suasana kerja yang keras seperti itu, ia memutuskan untuk kembali ke perusahaan yang lama. Beruntunglah karena track record-nya bagus di perusahaan lama, maka kehadirannya masih tetap dibutuhkan. Coba kalau track recordnya buruk? 'Kan menambah persoalan baru jadinya.


Sama juga dengan yang dilami Mega. Setelah mempertimbangkan  tawaran baru dari perusahaan lain yang lebih tinggi, ia putuskan untuk pindah. Begitu dijalani, ternyata ia harus berhadapan dengan seorang atasan yang tergolong "the difficult people", orang-orang susah yang kerap membikin orang lain susah.


Atasannya suka mengintervensi, temparemennya tinggi, kerap memainkan manuver politik antarkaryawan. Mau tidak mau, iklim kerja yang terbangun adalah iklim yang diwarnai  office politic yang tidak sehat. Akhirnya ia putuskan untuk pindah lagi ke tempat lain yang suasananya lebih membahagiakan hati walau gajinya lebih rendah sedikit.


Saya kira dua contoh di atas tak hanya terjadi pada seseorang yang namanya A atau B (specific case), melainkan sudah menjadi kasus umum yang kerap kita jumpai di sekitar kita. Meski tak menutup mata juga ada sejumlah orang yang menemukan kehidupan baru yang lebih baik di tempat yang baru.


Intinya, praktek hidup ini mengajarkan kita bahwa pindah kerja ke tempat yang baru itu memang tidak selalu menjadi sumber solusi baru. Ada juga yang malah  menjadi sumber persoalan baru yang dulu belum pernah kita hadapi. Persoalan ini ada yang datangnya dari kita, dari orang lain (individu atau kolektif) dan dari keadaan yang sudah tak terkontrol.


Problem Internal

Secara umum, ada beberapa persoalan internal yang bisa memancing datangnya problem baru di tempat yang baru apabila tidak segera kita atasi dengan keunikan kita. Dari persoalan yang umum kita jumpai dalam praktek hidup,  beberapa persoalan internal itu antara lain:


Pertama, partnership dan teamwork. Kalau kita gagal menjadi anggota tim yang baik atau gagal membentuk tim yang baik, langkah kita di tempat yang baru bisa menghadapi masalah, semacam resistensi, konflik, atau diskualifikasi. Sebabnya bisa  jadi kita terlalu memakai patokan lama atau kurang bisa menyesuaikan diri dengan beberapa patokan baru.


Kedua, motif dan ekspektasi yang tidak jelas atau terlalu normatif. Ke tempat manapun kita pindah, pasti akan ada problem yang sifatnya sangat unik. Mustahil kalau kita berharap tidak ada problem di tempat kerja. Supaya problem itu tak menghambat langkah kita, maka yang kita butuhkan adalah memperjelas  motif dan harapan.


Sahabat saya merasa di tempat yang barunya ini memang tidak lebih baik dari tempat kerjanya dulu. Bahkan  aroma office politic-nya terasa lebih kental. Tapi, karena target dan harapannya jelas, situasi baru itu tak sampai menghambat langkahnya.  Sesuai kesepakatannya dengan manajemen, di tempat yang baru ini dia diberi fasilitas untuk melanjutkan S3.


Ketiga, politik pergaulan di kantor (office politic). Menurut definisinya Andrew Durbin (1990), yang disebut office politic itu adalah metode yang halus dan informal yang digunakan orang-orang di kantor untuk merebut power atau keuntungan. Office politic di kantor sudah jamak dilakukan orang secara   pribadi atau kelompok.


Namanya juga politik. Tidak seluruh cara / metode yang digunakan itu bagus dan beradab. Adakalanya menggunakan teknik / manuver yang merugikan orang lain atau bahkan jahat. Masalah akan muncul apabila kita terlalu cepat mengeluarkan pernyataan sikap sebelum kita menguasai medan. Misalnya kita langsung berpihak ke geng tertentu atau membuat office politic sendiri yang tidak lazim di tempat itu.


Keempat, penguasaan medan, skill, dan standar kinerja. Tuhan sudah menegaskan bahwa tidak ada manusia yang mampu menguasai sampai final realitasnya sendiri. Bahkan semakin kita dalami realitas hidup kita, semakin memunculkan sensasi baru: pemahaman baru dan pertanyaan baru.


Ini bisa kita jadikan pijakan bahwa yang kita butuhkan di tempat baru adalah berkonsentrasi menguasai medan, skill dan standar kinerja yang ditetapkan. Jangan sampai kita meng-copy seluruh pengalaman dan pengetahuan yang kita miliki dari perusahaan lain. Ini bisa membuat kita butuh waktu lama untuk menguasai.


Kelima, kematangan emosi. Kematangan emosi tidak identik dengan usia, pengalaman, pengetahuan, dan keahlian. Kematangan sangat terkait dengan penghayatan atas pengalaman dan semua itu. Standar kematangan emosi adalah ketika seseorang mampu mendamaikan konflik, baik yang internal atau eksternal, menjadi pilihan-pilihan hidup yang membawa kebaikan, baik diri sendiri dan orang lain, dalam jangka pendek dan jangka panjang.


Di tempat yang baru, biasanya ada banyak tantangan yang ingin menguji kematangan emosi kita. Ini karena belum terjadi kohesi hubungan yang diasaskan pada "rasa ke-kita-an". Jika kita tidak aware terhadap kematangan emosi itu, bukan tidak mungkin keputusan yang kita keluarkan adalah keputusan yang semata untuk jangka pendek, misalnya ngambek, mengembalikan fasilitas perusahaan, membubarkan rencana baru, atau resign.


Jadikan Aset

Beberapa masalah di atas masih belum ditambah lagi dengan adanya masalah dari luar, entah itu dari orang (individu dan kolektif) atau dari keadaan yang sudah tak terkontrol. Masalah yang datangnya dari luar itu bisa lebih banyak dan bisa lebih sedikit.


Terlepas masalah itu banyak atau sedikit, sebetulnya ada rumus umum yang bisa kita pedomani. Masalah itu memang tetap masalah, tetapi kita diberi pilihan: apakah kita akan menjadikannya sebagai aset atau hanya sebatas beban. Jika kita mau menjadikannya aset, maka masalah itu akan menjadi jembatan yang menghubungkan antara the real self dan the ideal self.


Masalah itulah yang sejatinya akan memberikan ilmu dan keahlian buat kita untuk mencapai apa yang kita inginkan. Setiap orang sebetulnya sudah memiliki cara sendiri-sendiri untuk bisa mengasetkan masalah itu. Tapi bila kita belum menemukan cara yang pas buat kita, kita bisa memedomani cara di bawah ini:


Pertama, refleksi (reflection). Refleksi di sini adalah menciptakan pemahaman baru (new understanding) terhadap realitas baru, lokasi baru, atau terhadap masalah yang ada. Jika selama ini kita selalu melihat masalah sebagai beban, coba sekali ini kita melihatnya sebagai aset, melihatnya dengan cara berpikir yang baru. Ini agar kita sampai pada pemahaman baru.


Kedua, penggalian peluang dan optimalisasi potensi (leveraging). Dari masalah yang kita hadapi itu, kita bisa berpikir mengenai peluang yang bisa kita raih dengan mengoptimalkan potensi yang kita miliki. Peluang adalah kesempatan untuk maju, untuk menjadi lebih baik, atau untuk menjadi lebih besar dari diri kita sebelumnya.


Tentu kita perlu tetap membedakan antara leveraging dengan pemanfaatan kesempatan dalam kesempitan yang terkesan licik itu.  Kalau melihat definisinya Daniel Goleman, leveraging adalah cermin dari kebesaran jiwa yang hanya bisa dilakukan oleh orang dengan kematangan emosi yang bagus (EQ tinggi).


Dalam agama, kita diajarkan untuk bersyukur dengan hati, termasuk saat menghadapi kenyataan buruk. Maksudnya seperti apa? Maksudnya, kita tetap berjiwa besar saat menghadapi kenyataan buruk, yakin akan ada pelajaran positif, dan berpikir bahwa seandainya tanpa pertolongan Tuhan atas kita, mungkin kenyataan bisa lebih buruk dari yang kita hadapi. Tujuannya adalah agar hidup kita tetap positif saat menghadapi kenyataan negatif.


Ketiga, memformulasikan rumus di batin tentang pola-pola pembelajaran yang kita lakukan (framing). Setelah menjalankan proses refleksi dan leveraging, pasti kita akan menemukan pola-pola atau teknik rahasia tentang bagaimana menghadapi masalah dan bagaimana mewujudkan tujuan. Seperti kata musikus legendaris, teknik memetik gitar yang paling bagus itu adanya bukan di buku, tetapi dari yang kita temukan sendiri. Buku kita gunakan sebagai referensi.    


Walau ketiga pedoman di atas kelihatannya simpel, tapi pasti tidak mudah menjalankannya. Hanya, dunia ini tidak bertanya mudah atau sulit. Sulit atau mudah, pilihannya hanya dua: apakah kita mau menjadikan masalah itu sebagai aset atau hanya menjadikannya sebagai beban.


Beberapa Tip Tambahan

Di bawah ini ada sejumlah tip yang mudah-mudahan bisa membantu kita melancarkan langkah di tempat kerja baru:

  1. Hilangkan / perkecil jarak psikologis antara kita dengan mereka supaya muncul "rasa-ke-kita-an". Misalnya dengan bercakap-cakap, self-disclosure, membuka diri untuk gotong royong, ikut dalam acara, berkunjung ke rumah, dll. Intinya, bikin hubungan ke yang lebih agak personal supaya hangat, bukan semata profesional yang kering.
  2. Tidak semua orang mau kita ajak membangun rasa-ke-kita-an itu. Agar pabrik pikiran kita tidak mengeluarkan sampah perasaan negatif, fokuskan pada yang mau saja, tanpa harus menempatkan orang yang tidak mau itu sebagai ancaman.
  3. Hindari hal-hal ekstrim (menyolok) yang dapat memancing persepsi yang salah atau yang dapat memancing pertanyaan orang, termasuk dalam berpakaian atau berperilaku.
  4. Hindari terlibat  geng politik orang-orang lama secara subyektif dan berlebihan. Lihat dan kuasai dulu medannya barulah menentukan sikap yang sewajarnya.
  5. Lebih berkonsentrasi pada upaya menunjukkan kinerja ketimbang banyak  mengklaim prestasi kita di perusahaan lain.
  6. Lebih banyak bertanya dan mendengarkan, namun dengan cara-cara yang tidak menjengkelkan atau terlalu sopan. Sopan itu baik, tetapi terlalu sopan malah tidak baik buat pergaulan.
  7. Untuk sementara waktu, lebih baik menggunakan bahasa-bahasa yang memuliakan, ketimbang bahasa yang merendahkan, terkesan arogan atau hanya untuk menciptakan kesan akrab
(Ubaydillah)




Semoga bermanfaat

Kunjungi  hrd-practice.blogspot.co.id  untuk memperoleh informasi Ketenagakerjaan dan SDM lainnya.

Wednesday, December 9, 2015

5 Hal Yang Membuat Waktu Anda Terbuang & Cara Mengatasinya

Hal-hal apakah yang membuat waktu anda terbuang sia-sia dan bagaimana cara mengatasinya? Ikuti beberapa tips berikut ini:
  1. Membagi perhatian pada banyak hal untuk dikerjakan sekaligus : Tentukan prioritas apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu
  2. Tidak berani mendelegasikan tugas : Yakinkan diri anda bahwa tidak perlu semuanya dikerjakan oleh anda 
  3. Tidak berani mengatakan "tidak" terhadap suatu permintaaan : Tentukan apa yang harus dan ingin anda lakukan 
  4. Terlalu sibuk menerima telepon : Sedapat mungkin carilah orang lain yang dapat menyeleksi telepon yang masuk, gunakan "answering machine" 
  5. Menunda : Kerjakan pekerjaan yang ringan dan menyenangkan terlebih dahulu, lalu pisahkan tugas-tugas yang berat menjadi bagian-bagian kecil dan ringan

Semoga bermanfaat

Kunjungi  hrd-practice.blogspot.co.id  untuk memperoleh informasi Ketenagakerjaan dan SDM lainnya.




Tips Membina Hubungan Baik Dengan Atasan

Jika anda mengalami masalah dengan bos anda, ikuti beberapa tips berikut ini:
  1. Jangan mencoba untuk mengubah perilaku atasan anda : Sesuaikan perilaku anda dengan atasan anda
  2. Jangan berasumsi bahwa anda tahu pasti tujuan-tujuan atasan anda : Pastikan hal-hal apa saja yang ingin dicapai oleh atasan anda, jika perlu tanyakan langsung untuk mengklarifikasi dan catat semua hal yang menurut anda tidak konsisten
  3. Pastikan bahwa prioritas anda sejalan dengan prioritas atasan anda
  4. Jangan "ngambek" 
  5. Pelajari kepribadian atasan anda : Caritahu saat terbaik dan cara terbaik untuk menyampaikan pendapat anda kepada atasan anda, atau
  6. Jika atasan anda tidak setuju dengan gagasan atau saran anda, cobalah untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang atasan anda

Semoga bermanfaat

Kunjungi  hrd-practice.blogspot.co.id  untuk memperoleh informasi ketenagakerjaan lainnya.

Tips Membuat CV Yang Baik

Melamar kerja identik dengan penulisan Curriculum Vitae (CV) yang efektif. Dan mungkin anda sudah terlalu sering membaca strategi penulisan CV (curriculum vitae) yang baik. Tetapi tahukah anda bahwa dalam membuat CV sebisa mungkin hindari membuat CV yang fungsional?

CV fungsional adalah CV yang biasanya mencantumkan daftar kemampuan dan keahlian plus sejarah karir yang panjang. Padahal CV semacam itu sangat klasik dan membosankan dibaca.

Dalam membuat CV, usahakan membuat CV kombinasi yang memadukan kemampuan, prestasi, dan pengalaman kerja yang saling berhubungan. Berikut ini adalah kiat praktis membuat CV yang efektif:

Mulailah dengan tujuan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya jika posisi yang anda lamar adalah bagian marketing maka anda harus menonjolkan kemampuan komunikasi, bahasa asing, dan pengetahuan tentang pasar. Jika posisi yang dibutuhkan sekretaris maka anda harus menonjolkan kemampuan anda dalam surat-menyurat, kearsipan, administrasi, dan dokumentasi.

Kemudian lanjutkan dengan bagian profil yang menjelaskan kemampuan atau keahlian anda. Bisa juga anda jelaskan hobi yang menunjang keahlian dan kemampuan anda. Lalu tekankan jenjang pendidikan anda. Tidak perlu anda jelaskan sejak Sekolah Dasar cukup sejak sekolah menengah sampai perguruan tinggi.
  
Berikutnya cantumkan prestasi pilihan, anda bisa memasukkan 2 sampai 4 point prestasi terbaik yang pernah anda dapatkan sehubungan dengan pekerjaan yang anda tuju. Baik prestasi akademis maupun prestasi kerja.

Hal yang lebih penting, jangan lupa cantumkan pengalaman kerja anda, sejak awal hingga terakhir. Tekankan pengalaman yAng berhubungan dengan pekerjaan yang anda lamar. Lengkap dengan masa kerja dan sedikit penjelasan tentang pengalaman kerja tersebut. Ingat, perusahaan seringkali mempertimbangkan pengalaman kerja seseorang untuk memutuskan diterima atau tidaknya calon karyawan.

Nah jika CV anda telah selesai, segera buat surat lamaran kepada perusahaan yang dituju. Tunjukkan antusiasme anda dalam melamar pekerjaan yang ditawarkan. Gunakan bahasa yang netral tetapi menjual. Dan usahakan untuk menulis CV dan surat lamaran dalam Bahasa Inggris. Karena belakangan ini perusahaan lebih mengutamakan karyawan yang bisa Bahasa Inggris. Gunakan komputer dalam mengetik CV dan surat lamaran. Selain agar lebih rapih dan mudah dibaca, juga terkesan lebih profesional.


Semoga bermanfaat

Kunjungi  hrd-practice.blogspot.co.id  untuk memperoleh informasi ketenagakerjaan lainnya.